Photo Set
Audio

Berjalan Lebih Jauh

Bangun,
Sebab pagi terlalu berharga
Tuk kita lewati
Dengan tertidur 

Bangun,
Sebab hari terlalu berharga
Tuk kita lalui dengan
Bersungut-sungut 

Berjalan lebih jauh
Menyelam lebih dalam
Jelajah semua warna
Bersama, bersama 

Bangun,
Sebab hidup teramat berharga
Dan kita jalani
Jangan menyerah 

Berjalan lebih jauh
Menyelam lebih dalam
Jelajah semua warna
Bersama, bersama, bersama

Lagu ini, iya lagu ini. Tidak keren lagi. Dia lebih dari keren. Yuk, jalan :)

Source: SoundCloud / Banda Neira
Video

Untuk semua yang beragama ataupun tidak. 

Chat
  • Aing : Bro, main ps yuk ke rumah aing
  • 7 kampretos : Ayuk sih ayuk
  • Sesampai di rumah, asik maen PS
  • Kampretos 1 : Cuy, udah mau adzan nih. Gak Jumatan?
  • Aing + kampretos lain : Udah, sekali-sekali bolos aja yuk
  • (Serentak) Ayolah!
  • Jumatan selesai, game masih lanjut
  • Triiingg Tringg (HP Motorola aing bunyi)
  • Ada SMS dari dia (Buka SMS)
  • Dia : Sayang sayang sayang gak sama sayang? Sayang sayang sama sayang. Sayang sayang ya sayang sayang .....
  • Dan detik itu masih gua ingat sampe sekarang. Kenangan indah karena dia hanya terjadi sekali, tak terulangi. Kalau bukan kita yang mengenangnya, toh dia jadi tak berarti. Kamu orang pertama. Dan selalu jadi yang pertama. Maaf untuk aku yang bajingan itu. Bahagia di sana yah? : )
Photo Set
Audio

THE PANAS DALAM - AYAHKONDA

AYAHKONDA

Ayahku punya anakonda.
Dia tinggal di dalam celananya.
Ayahku punya anakonda.
Hitam. Besar. Dan penuh wibawa.

Setiap hari ditimang.
Hingga besar dan  lincah.
Hanya  ibuku. Yang boleh tahu.
Hanya  ibuku. Yang bisa  tahu.
Kakek nenekku. Juga pernah tahu.
waktu kecil dulu

Bandung,  2003 
Source: SoundCloud / PidiBaiq
Chat
  • A : Kamu gak puasa?
  • B: Aku mah nahan haus dan lapar aja yang pastinya.
  • A : Lah itu kan puasa?
  • B : Aku mah gak mau takabur bilang aku puasa, lebih baik aku bilang aku gak puasa, tapi cuma nahan lapar dan haus. Yang menilai kita itu puasa atau tidak kan Tuhan kak. Manusia mah gak mampu euy jadi hakim yang adil.
  • A : Jadi, kamu puasa gak?
  • B : Aku GAK puasa, menurutku
Quote

"The more you see
The more you read
The more you realize
The more you will be"

- Rumah Kaca, seorang kakak dan seorang guru :)
Quote

"Kata dia, jangan banyak berharap, siapapun calegnya, walikotanya, gubernurnya, presidennya, Ciroyom tetap bau."

- Kak Inun, perkataan bapak-bapak penjual es kelapa muda di Ciroyom
Photo Set
Photo

gilangpermata:

Terima kasih,.. with Indah and Ria – View on Path.

Source: gilangpermata
Text

Ini, rumah.
Tempat dimana semua beban menguap.
Menjadi ringan seolah tiada
Menjadi fana seolah tak nyata

Ini, rumah
Dimana senyum dan tawa datang tanpa diminta
Dimana kentut dan sendawa bebas ada tanpa peduli apa
Ini, yang memang disebut rumah

Ini, rumah
Tempat kembali kala kaki lelah untuk berlari
Tempat balik saat halangan di depan begitu susah dirobohkan
Tempat mempersiapkan diri untuk mendobrak lagi

Ini, rumah
Dimana tanggung jawab ada tanpa butuh kata
Dimana kewajiban ada tanpa perlu disebutkan
Dimana bahagia ada, tanpa mencari syarat

Photo

Titik

Photo

syhptr:

Kata orang, Merbabu lebih tua dari Merapi. Salam dari puncak si kakak untuk sang adik.

Source: syhptr
Text

Hai, kalian. Detik ini, sudah sampai mana kereta itu? Ah, andai kalian tahu betapa berat aku menerima keharusan ini. Melewatkan kesempatan langka seperti ini. Seolah kembali ke dua tahun yang lalu, dimana kita bersama menelisik keindahan sang mahameru.

Malam larut, kepala pusing, melankoli menghampiri. Kalian kini mungkin telah tertidur lelap dengan kedua kaki kalian angkat ke kursi. Atau mungkin sedang sibuk membaca buku-buku yang kalian bawa sebagai bekal. Atau tengah bercanda tawa sebelum petualangan benar dimulai. 

Kepada kalian yang namanya tak bisa tidak kutuliskan di halaman kata pengantar, andai waktu penentuan bisa kutunda, aku kan berlari mengejar kalian.

Ini adalah kesempatan terakhir, sebelum salah seorang dari kita lepas dari belenggu gajah. Setelah itu, kapan lagi aku mendengar dan menikmati kebersamaan kita? Ah, kawan, titipkan sajalah salamku pada puncak Merbabu itu.

Titip doa untuk aku, titip doa untuk dunia, Bahwa momen memang tak pernah terencana, tapi dia ada. Ini, hanyalah tentang menunda