Quote

"Karena sebuah tulisan tentang sejarah diri itu lebih baik ditulis saat diri ini sudah berjarak dengan semua cerita sejarah tersebut"

-
Quote

"Kalian pemuda, kalau kalian tidak punya keberanian, sama saja dengan ternak karena fungsi hidupnya hanya beternak diri."

- Pramoedya Ananta Toer (via indonesiasastra)
Source: indonesiasastra
Quote

"Ketika diam benar menjadi emas, maka ketika itu pula hidup menjadi sampah yang tak pantas untuk dihidupi"

-
Text

Aku minta izin.

Bahagia ini kubungkus, lalu kubawa pulang.

Lalu aku simpan dalam lemari.

Dan tak pernah kubiarkan dia lari.

Aku minta izin juga.

Waktu ini kupatahkan, kepingannya kusimpan

Untuk kupajang di dinding kamarku.

Dan tak kubiarkan apapun menggerusnya

Aku minta izin, yang terakhir.

Bersatu dengan suara tanpa bunyi

Bertamu kepada langit yang membumi

Berpacu dengan diam yang berlari

Photo Set
Text

Pertama, terima kasih kritikannya. Terima kasih telah menjadi rahim kelahiran tulisan ini. Kata-katamu benar, toh kamu yang mempelajari laut. Sementara aku? Aku hanyalah pengkhayal. Kerjaku mengimajinasikan gerak elektron. Sekarang, mari sejenak berdiskusi.

Perlukah kebenaran dalam sastra? Benarkah sastra hanya mengenal hitam dan putih saja? Salahkah berimajinasi berlebih dalam sastra? Toh, sastra pada akhirnya tergantung pada pembaca bagaimana memaknainya. 

Pernahkah kau baca sajak Sutardji? “Aku bawakan arwahku padamu”. Berbicara benar salah ilmiah, bisakah kita membawakan arwah kita sendiri? Kecuali dalam kata? Malam minggu ini, Kak Tarjo mengingatkan pada salah satu puisi yang langsung dibahas oleh pak Gamesh. Begini kutipan puisi Sitor Situmorang yang berjudul Malam Lebaran; “Bulan di atas kuburan”. Scientifically speaking, saat malam lebaran apakah bulan muncul? Mari menikmati sastra dalam setiap perenungan katanya. :)

Quote

"Manusia tak bersekat kala menyangkut kemanusiaan"

-
Quote

"Dan lautan tetap diam, menutupi gejolak yang dia kandung. Bukankah laut contoh sempurna akan penerimaan?"

-
Quote

"Kak, kamu beruntung ya. Kamu pasti sudah bertemu Tuhan di surga. Aku titip salam ya Kak, buat Dia."

-
Quote

"Semoga, Indonesia akan selalu melangkah menjadi lebih baik"

-
Quote

"Karena kata tak pernah mampu menampung semua rasa."

-
Text

Berpacu aliran angin, susul menyusul

Tak peduli apa dan siapa, berlari saja

Dan Engkau ada, menunggangi aliran itu

Syahdan, ketika lava pijar menyeruak

Engkau tersenyum meluncur,

Berselancar di muntahan vulkanis

Di atas tangan-tangan penantang langit

Engkau melayang, tersenyum

Dalam bentuk kata, Kau menjelma

Dalam bentuk rasa, Kau merupa

Dalam bentuk tiada, Kau sempurna

Adakah? Tiadakah? Pentingkah?

Ada-Mu jauh diatas ada yang biasa

Tiada-Mu pun tak terbandingkan dengan tiada

Untuk-Mu yang tak pernah peduli akan Nama.

Untuk-Mu yang tak pernah butuh untuk dibela

Untuk-Mu yang tak pernah bosan pada manusia

Tetaplah sempurna, dalam tiada-Mu

Photo Set

america-wakiewakie:

Heartbreaking photos show the first day back to school in Gaza. Many students did not return.

(Photo Credit: Shehab News Agency)

(via matakaca)

Source: america-wakiewakie
Photo Set
Audio

Berjalan Lebih Jauh

Bangun,
Sebab pagi terlalu berharga
Tuk kita lewati
Dengan tertidur 

Bangun,
Sebab hari terlalu berharga
Tuk kita lalui dengan
Bersungut-sungut 

Berjalan lebih jauh
Menyelam lebih dalam
Jelajah semua warna
Bersama, bersama 

Bangun,
Sebab hidup teramat berharga
Dan kita jalani
Jangan menyerah 

Berjalan lebih jauh
Menyelam lebih dalam
Jelajah semua warna
Bersama, bersama, bersama

Lagu ini, iya lagu ini. Tidak keren lagi. Dia lebih dari keren. Yuk, jalan :)

Source: SoundCloud / Banda Neira